Beauty Class for Sales Officer
Kali ini, Learning and Development Team mengadakan training grooming untuk mendukung re-branding yang dilakukan showroom MANZONE. Training grooming ini dilakukan untuk menstandarkan penampilan para sales officer di showroom. Mulai dari rambut, make up, hingga perawatan harian, mingguan dan bulanan.
Nah, yang memberikan training, para teman-teman dari PT Vitapharm, perusahaan yang menaungi brand make up, Viva dan Red- A. Perusahaan sengaja, memilih brand Viva karena sudah terbukti hingga usianya yang ke-50 tahun ini brand Viva sudah terbukti akan kualitasnya. Apalagi pensil alisnya yang heits itu lho, ngaku deh siapa yang gak tau pensil alis Viva? J
Sales officer girl menjadi peserta di sesi pertama. Diawali dengan perawatan pembersihan muka, masker dan pemijatan secara berkala. Menurut trainernya, wajah seperti halnya tenaga pada tubuh manusia. Jika dipakaikan make up secara terus menerus tanpa ada istirahat dan perawatan, maka wajah manusia akan sakit. Sakit pada wajah seperti adanya jerawat, pori-pori yang membesar, kering, serta timbulnya flek.




Setelah sesi perawatan selesai, masuk pada standarisasi make up. Make up yang dipilih adalah yang natural namun tetap manis dilihat. Hingga masuk ke semua jenis kulit.
Nah, berikut penampakan para sales officer girl kita setelah training grooming. Cantik kaaaannn?





Sehari berikutnya giliran para sales officer boy nih yang mendapat training dari teman-teman PT Vitapharm.
Eits, jangan salah. Meskipun cowo juga butuh perawatan. Karena para sales officer inilah garda depan ke customer. Kalau penampilannya gak kece, kumal, jerawatan, customer juga males datang ke toko. Ujung-ujungnya target sales yang tidak terpenuhi. *eeaaaa…
Nah, gak hanya sales officer boy aja, namun para ASH Jadebotabek dan Pak Chair juga ikutan lho. Bedanya, training grooming untuk para sales officer boy hanya berkisar di perawatan muka saja.



Saat sesi maskeran tiba, gelak tawa para peserta training makin riuh.





Akhirnya, Terima kasih sudah mengikuti training beauty class!


TRAINING MDP (5-6 OKTOBER 2017)
Jam 10 pagi, berbagai Departemen Head, Section Head, dan Division Head telah berkumpul di ruang meeting “Passion untuk mengikuti training Situational Leadership. Diawali dengan coffee break dan yel-yel Mega Perintis agar lebih bersemangat, Situational Leadership ini dimulai.
Situational Leadership secara garis besar adalah menyesuaikan gaya kepemimpinan para leader dengan kesiapan dan kemampuan bawahan/ timnya sehingga target dapat dicapai.
Dari sisi bawahan dibagi menjadi 4 klasifikasi, yaitu:
D1 – Enthusiastic Beginner (low competence, high commitment), D2 – Disillusioned Learner (some competence, high commitment), D3 – Reluctant Contributor (high competence, variable commitment), D4 – Peak Performer (high competence, high commitment).
Nah di titik D4 – Peak Performer inilah idaman setiap leader karena pada titik ini bawahan tidak hanya mempunyai kompetensi yang bagus namun juga mempunyai komitmen yang tinggi pada perusahaan.
Tidak semua bawahan mulai dari titik yang terbawah, ada kalanya karena masalah personal, mereka malah turun sehingga tidak lagi seloyalitas dulu dan kompetensi mereka pun berkurang.
Sedangkan dari sisi leader dibagi menjadi 4 gaya kepemimpinan, yaitu:
S1 – Directing (high directive, low supportive), S2 – Coaching (high directive, high supportive), S3 – Supporting (high supportive and low directive), S4 – Delegating (low supportive, low directive).
Pada S4 – Delegating, pengambilan keputusan tidak lagi di tangan leader. Namun, leader dan bawahannya sama-sama berdiskusi langkah apa yang harus diambil jika ada masalah muncul. Secara tidak langsung, leader sudah percaya dengan kompetensi bawahannya yang dapat mengerjakan tugasnya.
Pada sesi Management Tools, diambil dari materi Kaizen yaitu tentang Suggestion System, yaitu perubahan yang lebih baik secara berkesinambungan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kontes 7 waste yang dilaksanakan di pabrik Pemalang, juga akan dilaksanakan pada head office dengan deadline-nya pada bulan Desember 2017. Kontes SS di head office ini juga akan diberikan hadiah lho. Jadi untuk para karyawan Head Office siap-siap yah..
Pada sesi Circumplex Leadership, ada yang berbeda nih. Karena yang menjadi trainer adalah Pak Erwin dari Corporate Development dan Pak Bobby dari Business Development.
Training Circumplex Leadership ini diharapkan para peserta dapat mengelola timnya dengan efektif dengan menggunakan PDCA, yaitu Plan – Do – Check – Act.
Diskusi tentang PDCA ini berlangsung ramai karena diselingi candaan dan jokes diantara divisi masing-masing.
Semoga dengan adanya ketiga sesi training ini, para Department head, Section Head, dan Division Head mendapatkan insight bagaimana leadership style untuk masing-masing bawahan agar efektif dan mendapatkan hasil yang maksimal.
Berikut sneak peak saat training :p





Kaizen in MPG Pemalang
Hari Sabtu, 23 September tim Learning & Development mendapat kesempatan berbagi ilmu mengenai Kaizen kepada para karyawan MPG Pemalang.


Training dimulai tepat pukul 14.00 dengan materi prinsip Kaizen. Materi ini menjadi seru karena Pak Budiman dan Pak Anton Maruli banyak memberikan contoh-contoh real di MPG Pemalang.

Setelah break 15 menit, training dilanjutkan dengan materi 7 Waste. Bagian paling seru adalah sewaktu diskusi kelompok 7 waste yang dilanjutkan dengan presentasi kelompok. 5 kelompok berhasil mengidentifikasi waste pada contoh kasus, bahkan sudah dapat mengaitkannya dengan pekerjaan sehari-hari. Bravo!

Training ditutup dengan sosialisasi IM Contest yang disambut meriah oleh para peserta training.
Dengan semangat dan antusiasme tim MPG Pemalang, Kami yakin penerapan improvement management di MPG akan berjalan lancar.
TRAINING MMDP (13-14 SEPTEMBER 2017)
Tanggal 13-14 September kini giliran Showroom Head dari Jakarta dan seorang Head Coach dari Bali yang mendapat training MMDP Batch II di kantor PT Mega Perintis. Seperti biasa, training dimulai dengan yel-yel Mega Perintis untuk lebih memberi semangat kepada para peserta.
Pada sesi materi pertama yang dibawa oleh Pak Cuntoro, menceritakan tentang aktivasi kesadaran diri, yaitu meskipun kita mempunyai kekurangan namun jangan menjadikan hal itu alasan untuk menyerah. Sesi dari Pak Cun ini banyak menceritakan kisah-kisah orang hebat yang meski ada kekurangan namun mereka tetap yakin dan gigih mencapai kemauannya.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Bu Rindang dan Kak Dwi mencoba perdana dengan menjadi fasilitator saat sesi Instruksi Efektif.

Peserta secara bergantian memberikan presentasi pada tiap sesinya. Dalam sesi Creative Problem Solving, peserta berdiskusi tentang beberapa problem yang muncul di operasional, sehingga para Showroom head yang lain dapat bertukar pendapat dan mengerti pentingnya brainstorming.
Semoga dengan adanya pelatihan MMDP dari tim Learning and Development, para Showroom Head dapat memberikan kontribusi yang diinginkan oleh perusahaan.
Mari maju bersama dengan PT Mega Perintis.
berikut sneak peek selama training MMDP kemarin.


IMPROVEMENT MANAGEMENT TRAINING and CONTEST
Pagi hari, pukul 08.00 ruang meeting “Passion” sudah dipenuhi oleh para Section dan Dept. Head untuk mengikuti Improvement Management Training yang akan dibawakan oleh Ibu Rindang.
Improvement Management ini menjadi salah satu nilai dalam sikap mental Mega Perintis Grup (SPIRIT). Training ini mendiskusikan tentang prinsip Kaizen. Kaizen ini berati perubahan yang lebih baik dan berkesinambungan. Lalu, bagaimana cara mengimplementasikan Kaizen dalam lingkungan kantor? Inilah yang harus diperhatikan. Tahapannya adalah menemukan permasalahannya dulu. Dalam implementasi Kaizen ini terdapat tiga hal yang sering ditemui yaitu; Muri atau kelebihan beban kerja; Mura atau ketidakteraturan beban kerja yang tidak merata; Muda atau hal yang tidak memberikan nilai tambah.
Muda inilah yang menjadi concern oleh Ibu Rindang. Peserta kemudian mengisi participant’s manual dengan hal-hal yang tidak memberikan nilai tambah pada kerjaan mereka di divisi/ departemen mereka masing-masing. Setelah mereka mengisi lembar kerja, mereka baru menyadari ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan/ menghambat pekerjaan mereka.
Hal inilah yang menjadi latar belakang perusahaan untuk membuat Improvement Management Contest Pemalang (IM Contest) kontes ini mendorong para karyawan Pemalang untuk mengeluarkan ide-ide terbaiknya untuk memperbaiki proses kerja mereka, sehingga outputnya semakin bagus.
IM Contest ini berhadiah sebagai berikut
| Uang Tunai | Online Cash Voucher (80%) | ||
| Juara 1 | 1,500,000 | 1,500,000 | |
| Juara 2 | 1,000,000 | 1,000,000 | |
| Juara 3 | 750,000 | 750,000 | |
| Selain hadiah uang cash dan voucher, Juara 1, 2, 3 akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti Rakornas. | |||
Untuk yang Head Office, gak usah sedih. IM Contest ini pun akan diberlakukan di Head Office, tapi tahun depan :p
Jadi, siapkan ide-ide terbaikmu. Siapa tahu kamu menjadi pemenangnya \o/
Training Motivasi (14 Agustus 2017)
Pernahkah kamu merasa down? Atau tiba-tiba merasa kurang bersemangat?
Motivasi adalah salah satu hal yang kita butuhkan untuk tetap semangat berusaha mencapai target yang diharapkan. Namun ada kalanya, kita merasa bosan, capek lalu mengeluh tentang hal-hal sekitar yang sebenarnya remeh.
Jika kita sudah sering mengeluh, itu membuat aura kita jadi negative dan semakin tidak bersemangat untuk bekerja. Akibatnya kerja jadi malas-malasan, target pun menjadi tidak tercapai. Karena target tidak tercapai, insentif ‘gak dapet, pacarpun jadi ngambek (*lah*)
Untuk itulah, divisi Learning and Development membuat Motivation Training pada tanggal 14 Agustus 2017 untuk para Showroom Head, agar mereka tetap termotivasi, dan tahu apa yang harus dilakukan jika sedang putus asa.
Ibu Rindang sebagai fasilitator kali ini, berbicara tentang teori dari buku The Secret karya Rhonda Byrne. Beliau mengatakan bahwa ketika kita sedang merasa putus asa, yakinlah pada suatu hal. Jika kita merasa akan terlambat, pasti akan terlambat. Namun ketika kita yakin bahwa kita tidak akan terlambat ke kantor, yakinlah semesta pun akan membantu kita menjadi tidak terlambat ke kantor. besarnya keyakinan dalam diri akan membuat kita menjadi lebih kuat. Itulah pentingnya motivasi.
Pada sesi training kali ini juga, beberapa peserta memberanikan diri untuk bercerita tentang hal yang membuat mereka bangga akan diri mereka sendiri. Tujuannya, agar para peserta lain merasakan termotivasi untuk melakukan yang terbaik dalam setiap hal.
Seperti salah seorang Showroom Head, Jupe, yang bercerita tentang dirinya bangga menjadi Panitia Pramuka Nasional saat SMA sedangkan panitia yang lain berasal dari kalangan universitas. Meskipun pada pemilihan panitia tingkat ASEAN dia kalah, namun dia tetap bangga pernah menjadi salah satu panitia Pramuka Nasional.
Pak Jhonly, salah seorang Assessment Showroom Head (ASH) pun bercerita dulunya ketika masih menjabat sebagai Showroom Head, pak Jhonly pernah berfoto bersama Pak Khoir, di dalam hatinya berkata, “suatu saat saya bisa seperti pak Khair”. Kini omongan Pak Jhonly menjadi kenyataan. Beliau sudah menjadi ASH per Februari 2017 lalu.
ingatlah,
You are the one who calls the law of attraction into action, and you do it through your thoughts.
– Rhonda Byrne, The Secret.
Training MMDP (5-6 September 2017)
Tanggal 5-6 September kali ini sekitar 20 Showroom Head dan Head Coach dari berbagai wilayah datang untuk mengikuti training Middle Management Development Program (MMDP I). Training ini diperuntukkan bagi para showroom head dan Head Coach untuk bisa lebih mengembangkan soft skill mereka khususnya leadership. Agar dapat menjadi role model bagi timnya, dan mengasah creativity problem solving mereka.
Seperti biasa, training dimulai dengan yel-yel PT Mega Perintis agar lebih menambah semangat para peserta. Kemudian, dilanjutkan diskusi antar kelompok. Di setiap sesi, masing-masing kelompok wajib mempresentasikan diskusinya. Setiap anggota kelompok diwajibkan mengemukakan pendapat mereka masing-masing. Ini dimaksudkan agar mereka terbiasa berani mengemukakan pendapat dan berlatih public speaking.

Satu demi satu sesi berjalan dengan baik, para peserta aktif mengisi lembar participant manual yang telah disediakan oleh tim Learning dan Development.




Oh ya, para fasilitator juga memilih peserta yang paling aktif lho. Daannn, peserta paling aktif jatuh pada….. Wiwin, Showroom head dari Karawaci. Selamat ya, Win!

Semoga dengan adanya training MMDP I bagi para Showroom Head dan Head Coach ini, dapat mengembangkan sikap kepemimpinan mereka dan menjadi role model untuk timnya.
Berikut sneek peak yang berhasil diabadikan



Bedah Buku 7 Habits
Buku The 7 Habits of Highly Effective People, karya Stephen R Covey berisikan bagaimana menyeimbangkan hal-hal yang biasa melekat di kebiasaan kita, menjadi salah satu cara agar pekerjaan menjadi efektif dan efisien. Stephen bahkan mengatakan bahwa keefektifan dapat dinyatakan dalam rasio P/KP Yaitu P mengacu pada hasil yang diinginkan dan KP memperhatikan apa yang harus dilakukan atau proses untuk mendapatkan hasil tersebut.
Sebab itulah, tim Learning and Development bersama salah satu Direksi PT Mega Perintis Grup, Pak Afat membuat diskusi bedah buku 7 Habits of Highly Effective People. Diharapkan dengan mengimplementasikan setiap bab, akan menambah efektifitas kerja. Diskusi ini membagi peserta menjadi 7 kelompok, kemudian dari masing-masing kelompok memilih bab yang akan didiskusikan lalu dipresentasikan.
Pak Afat, sebagai fasilitator kali mengawali dengan presentasi untuk mengubah paradigma agar para peserta dapat membuka pikiran. Mulai dari tiga chapter pertama berkisar tentang bagaimana cara lepas dari ketergantungan menjadi pribadi yang mandiri dan efektif. Tiga chapter ini terdiri dari chapter; Be Proactive, Begin with the End in Mind, dan Put First thing First.

Kemudian tiga chapter berikutnya bercerita tentang Interdependence, yaitu bekerja dengan bagian lain yang saling berkesinambungan. Interdependence ini terdiri dari chapter Think Win-Win, Seek First to Understand, Then to be Understood, dan Synergi.

Chapter terakhir berisikan tentang Mengasah Gergaji, yaitu perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus. Menyeimbangkan dan memperbarui kompetensi dalam diri, tenaga, kesehatan dan mental untuk mencapai pribadi yang efektif dan produktif. Tentu saja termasuk kebahagiaan spiritual, misalnya pergi liburan atau makan makanan yang enak J.
Sesi 7 habits ini dilengkapi dengan tawa dan curhat colongan dari berbagai macam divisi. Diharapkan training 7 habits ini dapat menjadi salah satu cara untuk membuat cara kerja yang lebih efektif dan produktif agar dapat menghasilkan hasil yang memuaskan.
Berikut sneek peak dari training 7 habits 🙂



VM Training Goes to Bandung
Kali ini Tim Learning and Development beserta tim Brand Marketing berangkat menuju Bandung untuk memberikan training tentang Visual Merchandising (VM). Training VM yang diadakan di Ciwalk Plaza dipandu oleh Kak Sally dari Brand Marketing.

Training dimulai dengan presentasi product knowledge kemudian Kak Sally meminta peserta memperhatikan dengan detil apa yang perlu diperbaiki di area showroom Ciwalk Plaza. Seperti produk yang diletakkan pada entrance table, pemilihan warna pada faceout dan faceside, jumlah minimum dan maksimal SKU yang harus digantung pada pronk, two way hanger hingga four hanger.


Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari intensnya diskusi dan pertanyaan yang ditujukan pada Kak Sally untuk menerapkan VM sesuai dengan standart dan highlight bulan ini.

Semoga dengan adanya training VM, showroom Manzone menjadi lebih kece dan berkelas 🙂
