Jam 10 pagi, berbagai Departemen Head, Section Head, dan Division Head telah berkumpul di ruang meeting “Passion untuk mengikuti training Situational Leadership. Diawali dengan coffee break dan yel-yel Mega Perintis agar lebih bersemangat, Situational Leadership ini dimulai.
Situational Leadership secara garis besar adalah menyesuaikan gaya kepemimpinan para leader dengan kesiapan dan kemampuan bawahan/ timnya sehingga target dapat dicapai.
Dari sisi bawahan dibagi menjadi 4 klasifikasi, yaitu:
D1 – Enthusiastic Beginner (low competence, high commitment), D2 – Disillusioned Learner (some competence, high commitment), D3 – Reluctant Contributor (high competence, variable commitment), D4 – Peak Performer (high competence, high commitment).
Nah di titik D4 – Peak Performer inilah idaman setiap leader karena pada titik ini bawahan tidak hanya mempunyai kompetensi yang bagus namun juga mempunyai komitmen yang tinggi pada perusahaan.
Tidak semua bawahan mulai dari titik yang terbawah, ada kalanya karena masalah personal, mereka malah turun sehingga tidak lagi seloyalitas dulu dan kompetensi mereka pun berkurang.
Sedangkan dari sisi leader dibagi menjadi 4 gaya kepemimpinan, yaitu:
S1 – Directing (high directive, low supportive), S2 – Coaching (high directive, high supportive), S3 – Supporting (high supportive and low directive), S4 – Delegating (low supportive, low directive).
Pada S4 – Delegating, pengambilan keputusan tidak lagi di tangan leader. Namun, leader dan bawahannya sama-sama berdiskusi langkah apa yang harus diambil jika ada masalah muncul. Secara tidak langsung, leader sudah percaya dengan kompetensi bawahannya yang dapat mengerjakan tugasnya.
Pada sesi Management Tools, diambil dari materi Kaizen yaitu tentang Suggestion System, yaitu perubahan yang lebih baik secara berkesinambungan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kontes 7 waste yang dilaksanakan di pabrik Pemalang, juga akan dilaksanakan pada head office dengan deadline-nya pada bulan Desember 2017. Kontes SS di head office ini juga akan diberikan hadiah lho. Jadi untuk para karyawan Head Office siap-siap yah..
Pada sesi Circumplex Leadership, ada yang berbeda nih. Karena yang menjadi trainer adalah Pak Erwin dari Corporate Development dan Pak Bobby dari Business Development.
Training Circumplex Leadership ini diharapkan para peserta dapat mengelola timnya dengan efektif dengan menggunakan PDCA, yaitu Plan – Do – Check – Act.
Diskusi tentang PDCA ini berlangsung ramai karena diselingi candaan dan jokes diantara divisi masing-masing.
Semoga dengan adanya ketiga sesi training ini, para Department head, Section Head, dan Division Head mendapatkan insight bagaimana leadership style untuk masing-masing bawahan agar efektif dan mendapatkan hasil yang maksimal.
Berikut sneak peak saat training :p




